Peluang Bisnis

life-menuju-masa-depanSeiring dengan perkembangan bisnis asuransi, dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi di Indonesia, sistem pemasaran asuransi (keagenan) banyak melahirkan agen asuransi yang sukses. Mereka terdiri dari latar belakang profesi dan motivasi.

Hal yang menarik dalam sistem keagenan asuransi adalah sistem komisi dan berbagai bonus yang diberikan pada setiap agen, baik secara individu maupun secara group yang dibangun didasarkan pada peringkat kepemimpinan. Sistem ini membuat penghasilan para agen tidak terbatas. Artinya dengan mengikuti pola tertentu yang diberikan oleh seorang leader agen asuransi sang agen akan menjadi pengusaha yang sukses.

Bisnis asuransi sebenarnya sangat mirip dengan franchise, atau lebih tepatnya dikatakan merupakan pola personal franchise, tetapi sangat berbeda dengan bisnis franchise pada umumnya. Untuk memulai bisnis asuransi, tidak diperlukan modal awal secara keuangan, sangat berbeda dengan bisnis franchise pada umumnya yang membutuhkan modal awal yang sangat besar yang berupa investasi, dengan membeli hak jual dan membayar royalti. Modal utama untuk bisnis agen asuransi adalah kesabaran, kemauan yang kuat, dan ketekunan. Hal ini telah banyak dilakukan oleh mereka yang telah sukses di mana dengan memulai dan merintis usaha hingga jatuh bangun.

Peluang bisnis di dunia asuransi

Ruang gerak pertumbuhan sektor asuransi sebagaimana yang ditunjukkan oleh data empiris, masih terbuka lebar. Ini terlihat dari pertumbuhan penjualan polis asuransi hingga akhir tahun 2012 di mana  asuransi jiwa tumbuh sebesar 25%. Diperkirakan pada tahun 2013 ini asuransi jiwa tumbuh sebesar 30%. Ini jauh lebih besar dari pertumbuhan asuransi di negara-negara Asia yang tumbuh rata-rata di bawah 10 %. Pertumbuhan ini didasarkan pada bahwa peluang pasar asuransi di Indonesia masih terbuka lebar. Artinya masih dibutuhkan banyak tenaga agen untuk memenuhi pasar yang optimal.

Jumlah agen asuransi di Indonesia sampai Agustus tahun 2012 adalah sebesar 340 ribu agen. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 220 juta jiwa, jumlah di atas masih terlalu kecil untuk bisa memenuhi potensi pasar produk asuransi jiwa di Indonesia. Konkretnya seorang agen paling tidak harus melayani lebih dari 600 orang. Sebagai perbandingan total penduduk Malaysia 26 juta jiwa, memiliki 78 ribu agen, maka setiap agen melayani 300 orang. Maka peluang bisnis dalam dunia asuransi memiliki peluang pasar yang cukup besar.

Visi Agen Asuransi

Agen asuransi memiliki peranan penting dalam mensosialisasikan akan pentingnya asuransi jiwa bagi kesejahteraan masyarakat dan keluarga. Tidak sedikit orang yang terbantu dalam hal keuangan (claim).  Melalui jasa para agen, perusahaan asuransi telah membayar manfaat tunai akibat claim sakit kritis maupun meninggal di mana telah dibayar tidak  kurang dari 29 triliun di sepanjang tahun 2012. Jadi pada dasarnya agen asuransi menjanjikan masa depan cerah bagi setiap orang. Ironisnya, sampai sekarang masyarakat belum melirik agen sebagai profesi yang menjanjikan.

Tidak seperti pekerja kantoran, agen asuransi pada dasarnya sama dengan mengelola bisnis sendiri. Andalah yang menentukan mau sebesar apa bisnis ini. Andalah yang menjadi bos anda sendiri. Tentu saja ini sangat berbeda jika anda bekerja sebagai karyawan yang digaji bulanan. Artinya usaha yang anda lakukan akan sebanding dengan penghasilan anda.

Visi agen asuransi adalah menginformasikan dengan benar akan pentingnya asuransi. Berbagai hal tak terduga, misalnya, penyakit kritis, kecelakaan, meninggal mendadak sering terjadi. Tak seorang pun yang bisa mengkondisikan dirinya akan sehat dan tidak pernah sakit, atau akan hidup terus, atau kapan akan meninggal, tak seorang pun akan mengetahui hal itu. Kesadaran bahwa sangat penting untuk melindungi keluarga, anak-anak dan istri agar bisa melanjutkan hidupnya tanpa kekurangan jika hal-hal tak terduga terjadi. Inilah yang menjadi visi utama seorang agen asuransi.

Jadi di sini, para agen tidak sekedar bertugas untuk menutup penjualan para pemegang polis. Lebih dari itu, mereka memposisikan diri sebagai konsultan keuangan jangka panjang bagi para nasabah. Para agen harus bisa memberikan konsultasi yang terbaik mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh calon nasabah, sehingga mereka merasakan manfaatnya ketika mereka membeli polis asuransi. Ketika telah membeli polis, dan polis asuransi sudah terbit, tugas agen asuransi tidak hanya sampai di sini. Memberikan konsultasi, membina hubungan baik dengan para nasabah harus terus diakukan. Ini sangat penting, karena kepuasan nasabah akan memberikan dampak yang baik bagi setiap agen, terutama yang berhubungan dengan kepercayaan setiap calon-calon nasabah yang lain.

Dikutip dari berbagai sumber.

Leave a Reply